Arsip untuk 07/27/2015

Rumah Tua

Posted: 07/27/2015 in Anak
Tag:

Hari Ini aku dan teman-temanku bermain petak umpet di depan rummah temanku yang bernama “Karina” ada Rumah Tua yang tidak ada penghuninya disana kata orang Semua penghuninya sudah meninggal di dalam rumah itu. Kuburannya di dekat rumah itu juga.

Di kebunnya, Semua tanaman di kebun itu sudah layu dan sudah bau. Tapi kita tak peduli di depan rumah Karina. “Hom Pim Pa!” Karina sendiri yang jadi. Semuanya singitan aku di belakang pohon rumah tua itu tapi di kebun depannya. Sehabis angka 10, Karina mencari-cari dimana kita. Aku sekarang masuk rumah itu.

Karena aku terlalu ingin tahu di dalamnya, Aku masuk ke dalam semuaya gelap barang barang dibubuhi dari debu yang kotor, aku saja langsung bersin ternyata, Rumah itu tidak punya lampu. Tiba Tiba ada suara anak seumurku menangis tetapi tidak ada orang disana badanku merinding aku langsung keluar dari rumah itu dan menceritakan kejadianku ke Karina

Jam 3 kita pulang, Aku akan menceritakan semuanya kepada ibuku.

Sumber Klik Disini :

Relakan Dia Demi Kau

Posted: 07/27/2015 in Sahabat
Tag:

Drrt!!! Drrt!!! HP ku bergetar menandakan 1 pesan masuk, ternyata itu dari sahabatku yaitu Rini
“Sis aku mau curhat ni kamu bisa temuin aku sekarang gak di taman kota” begitu isi pesannya
“Ehmm ok tapi aku gak bisa lama soalnya ada janji sama seseorang” balasku
“Iya gak papa bentaran kok, aku tunggu ya”
“Ok” balasku singkat.

Aku pun segera pergi ke taman kota dan ternyata rini sudah berada disana.
“Maaf telat, mau ngomong apa?” tanya ku pada rini
“Aku suka riko sis” Aku tak percaya bahwa hal ini akan tejadi hal yang tak pernah ku bayangkan sebelumnya dimana sahabatku menyukai pacarku sendiri, memang selama ini aku tidak pernah memberitahunya bahwa aku pacaran sama riko.

Langsung saja aku pamit pulang tanpa memikirkan sahabatku itu namun belum sempat aku pergi rini menahan ku dan meminta aku untuk membantunya mendapatkan riko aku tidak tahu harus berkata apa lagi, hatiku terasa sakit mendengar kabar itu namun demi persahabatan ku dengan nya aku rela bila harus kehilangan riko, dan malam ini ku beranikan diri untuk memutuskan hubungan ku dengan riko.

“Rik mulai sekarang kita putus karena aku gak pernah cinta sama kamu” ku kirim pesan itu kepada riko tanpa menunggu lama riko pun membalasnya
“Kamu kenapa sih kok tiba tiba bilang putus”
“Aku kan dah bilang kalo aku tu gak pernah cinta sama kamu” balasku
Perdebatan kami pun semakin panjang karena riko tidak terima dengan keputusan ku namun pada akhirnya aku pun beneran putus sama riko.

Berat rasa nya menjalani semua ini aku harus membohongi perasaan ku sendiri hanya karena kebahagiaan sahabat ku yang selama ini selalu menemaniku. Namun seiring dengan berjalannya waktu aku dapat melupakan semua kenangan manis bersama riko dan tetap tidak memberitahu rini bahwa riko adalah orang yang pernah mengisi hari hari ku, ku relakan demi diri nya. “Siska akan selalu merelakan segalanya demi Rini” itulah janji ku

Sumber Klik Disini :

Di salah satu rumah di kota Jakarta, terdapat seorang putri cantik yang selalu tinggal dalam istananya yang megah. Di dalam istana itu banyak sekali perabotan yang mewah dan mahal, semua yang diinginkan sudah tersedia disana. Tapi kemewahan dan kenyamanan istana itu tidak dapat membuat hati sang putri bahagia.

Pernah terpikir olehnya bahwa dia bukan lah gadis yang disayang oleh Tuhan, karena kehidupannya tidak sama dengan anak-anak pada umumnya, bahkan untuk bersekolah di sekolah umum pun tidak dia dapatkan, karena orangtuanya tidak ingin terjadi sesuatu pada anak kesayangannya, mereka malah mengundang guru khusus yang akan mengajari sang putri tentang segala sesuatu yang ada di dunia ini. apalagi ada kekurangan dalam dirinya yang membedakannya dengan anak-anak lain. ya, dia buta. Sang putri mengalami kebutaan saat dia berumur 5 tahun, akibat kecelakan tabrak lari saat dia pergi bermain seorang diri. yah, maklumlah karena kedua orangtuanya sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing. Alhasil sang putri diurus dan dijaga oleh babysitternya.

Saat ini sang putri berumur 16 tahun, dan tidak pernah sekali pun dia melangkahkan kakinya keluar rumah. Dan hari ini dia benar-benar merasa bosan, akhirnya dia memutuskan untuk pergi ke taman belakang rumahnya. Saat berada disana tiba-tiba terdengar suara di telinga sang putri dan sang putri pun mulai panik.
“siapa disana?” teriak sang putri
“Ssst, biarkan aku sembunyi disini.” kata seorang laki-laki.
Setelah memastikan keadaan aman, laki-laki itu pun keluar dari tempat persembunyiannya.
“terima kasih, berkat kamu saya bisa lolos.” ucap laki-laki itu pada sang putri.
“yah, sama-sama.” jawab sang putri yang berusaha tenang
“kamu jangan takut, aku ini bukat orang jahat kok, tadi aku dikejar kakak kelas aku, karena dia mau aku masuk ke klub sepak bolanya.” laki-laki itu pun menjelaskan kejadian yang sebenarnya pada sang putri, karena dia melihat raut wajah sang putri yang ketakutan.
“oh, begitu ya.” ucap sang putri yang merasa lega dan sedikit lebih tenang.
“oh iya, aku Rendy.” ucap laki-laki itu sambil menyodorkan tangannya ke arah sang putri.
“aku Citra.” jawab sang putri dengan senyuman yang terukir manis di wajahnya, sambil menyodorkan tangannya pada Rendy, tapi saat melihat tangan Citra yang tidak bisa meraih tangannya, Rendy pun menyadari kalau Citra itu buta dan segera diraihnya tangan Citra.

Hari sudah gelap, siang pun berganti malam, tidak seperti biasanya Citra terlihat senang dan bahagia. Ternyata dibalik kebahagiaannya dia sedang memikirkan Rendy, laki-laki yang baru dia kenal tadi siang.
“Hhhmmm, apa aku bisa bertemu dengan Rendy lagi?” ucapnya dengan penuh harapan.
“keesokan harinya di waktu dan tempat yang sama Citra dan Rendy pun bertemu kembali. Tepatnya Rendy menemui Citra, disana mereka bercanda tawa dengan senangnya. Dan Citra pun merasa sangat senang karena hal itu sudah lama pudar dan sekarang muncul kembali dan itu semua berkat Rendy. Semenjak saat itu mereka sering bertemu dan bermain berdua seperti tidak ada lagi yang membebani mereka berdua.
“Ren, kamu tidak malu main sama aku yang buta ini?” tanya Citra
“tidak kok, kenapa mesti malu kita kan sama-sama manusia dan sama-sama diciptakan oleh Tuhan. Lagian aku senang kok main sama kamu.” ucap Rendy dengan jujur
“kenapa?” tanya Citra
“karena kamu itu gadis yang baik dan kamu juga cantik.” Jawab Rendy sembari memberikan senyuman pada Citra.
Mendengar hal itu pun, Citra merasa sangat senang dan bahagia karena baru pertama kali dipuji oleh laki-laki apalagi laki-laki itu sudah masuk ke hati Citra. Tapi Citra tidak mau memberi tahu Rendy karena dia yakin, Rendy pasti menolak cintanya karena dia buta dan akhirnya dia putuskan untuk menyimpan perasaannya sendiri tanpa diketahui siapa pun termasuk Rendy.

Seminggu telah berlalu, hubungan Citra dan Rendy menjadi sangat dekat, bahkan Rendy memberanikan diri untuk menyampaikan perasaannya pada Citra.
“Cit, aku mau ngomong sesuatu sama kamu” ucap Rendy
“apa?” Citra pun penasaran karena Rendy mendadak menjadi serius padahal selama ini Rendy tidak pernah memperlihatkan wajahnya yang serius seperti ini.
“Cit, aku… aku suka sama kamu. Kamu mau jadi pacar aku?” ucap Rendy sambil memegang tangan Citra.
Wushhhh, seperti ada angin segar yang menerpa wajah Citra saat mendengar pernyataan cinta Rendy. Dan jujur saja Citra sangat senang dengan perasaan Rendy padanya karena dia juga memiliki perasaan yang sama pada Rendy hanya saja dia tidak berani mengungkapkan perasaannya itu karena takut ditolak.
Citra pun tidak ingin menghilangkan kesempatan ini, dia pun menganggukkan kepalanya dan menerima cinta Rendy. Karena cintanya diterima Rendy pun sangat senang dan bahagia.
“aku janji, aku akan membuat kamu bahagia.” ucap Rendy

Semenjak pernyataan cinta itu, akhirnya Citra dan Rendy resmi menjadi sepasang kekasih. mereka selalu terlihat mesra begitu terlihat kebahagiaan yang terpancar di wajah mereka berdua apalagi Rendy selalu datang ke rumah Citra dan membawakannya seikat mawar dan coklat. Tapi hari ini berbeda dengan hari biasanya Rendy membawa seikat mawar dan sebuah kotak kecil berwarna merah.
“Ren, ini apa kok kecil, tidak kayak biasanya?” tanya Citra penasaran dengan isi kotak kecil itu.
“iya, ini bukan coklat, coba deh kamu buka dan kamu pasti tau isinya apa?”
Citra pun membuka kotak kecil itu sesuai saran dari Rendy, perlahan-lahan dia buka dan meraba isi kotak itu dengan hati-hati.
“Ren, ini cincin?” Citra pun kaget ketika menyadari bahwa isi kotak itu sebuah cincin.
“iya, ini cincin buat kamu sayang.” ucap Rendy sambil melingkari cincin itu di jari manis Citra.
“apa kamu mau, terus berada di sisiku?” Rendy melanjutkan perkataannya dan seketika itu pun air menetes dari mata Citra, dia tidak bisa membayangkan bahwa kekasihnya akan melamarnya padahal dia tahu bahwa ada kekurangan pada dirinya yang akan menyusahkan hidupnya.
“iya, aku mau Ren.” ucap Citra
Rendy pun langsung memeluk erat kekasihnya itu yang kelak akan menjadi pendamping hidupnya, tetapi semua itu hanya akan menjadi khayalan saja karena Rendy dipanggil Yang Maha Kuasa sebelum menikah dengan Citra. Menurut kabar yang didengar Citra, Rendy mengidap penyakit Leukimia dan kini tubuhnya tidak bisa melawan penyakit itu. Citra sangat sedih dan kecewa, kini hari-harinya kembali seperti dulu sebelum dia bertemu dengan Rendy sang pujaan hatinya. Citra menangis dan terus menangis setiap mengingat kenangannya bersama Rendy apalagi Rendy telah menyerahkan kedua mata Rendy untuk Citra.

Lama kelamaan akhirnya Citra menyadari bahwa tidak ada gunanya menangis karena dia yakin Rendy akan sedih melihatnya seperti ini dan dia juga menyadari bahwa walau raga Rendy tidak ada di sampingnya tetapi Citra masih memiliki kedua mata Rendy yang akan menemaninya melihat dunia yang telah mempertemukan mereka.

Sumber Klik Disini :