Archive for the ‘Motivasi’ Category

The Competition

Posted: 08/12/2015 in Motivasi
Tag:

Sella menutup pintu kamarnya secara perlahan. ia pun menaruh tas dan merebahkan tubuhnya di atas kasur. ia mencoba memejamkan mata untuk membayangkan kembali kejadian hari ini. dimana dirinya teringat perkataan Rio. Rio adalah teman dekat Sella. mereka sudah berteman sejak sd. tiba-tiba saja handpone Sella berbunyi. Sellapun terkejut. saat ia melihat layar handponenya, ternyata Rein yang menelfon Sella. “hallo?” “Sella! kamu udah dengar kan dari Rio? kalau udah ntar sore kita kumpul di tempat biasa. jam 16.00 ya. jangan lupa! udah dulu ya. bye~” ucap Rein panjang lebar tanpa berhenti yang kemudian mematikan telfonnya. “ih nih anak kebiasaan kalau ngomong gak ada spasinya” ucap Sella ngomel sendiri gak jelas. Sella melihat jam ternyata baru menunjukan pukul 12.00. ia berniat untuk beristirahat sejenak agar sore nanti ia tidak merasa terlalu lelah. Sella lalu memejamkan mata dan tertidur.

Saat Sella terbangun, ia melihat jam ternyata waktu sudah menunjukan pukul 15.30. Sella bergegas mengambil handuk dan langsung menuju kamar mandi. setelah mandi, ia bergegas berpakaian dan langsung berangkat menuju rumah august. tempat biasa mereka berkumpul. mereka memilih rumah August karena, August tinggal bersama pembantunya. orang tuanya berada di Aceh karena urusan bisnis. sedangkan August ada di Bandung. oleh sebab itu mereka semua sering berkumpul di rumah August karena mereka sekalian menemani August. sesampainya di rumah August, Sella mengetuk pintu rumah August. “permisi..” “iya sebentar” jawab orang yang ada di dalam. “eh mba Sella. langsung ke atas aja mba. udah di tunggu sama mas August dan yang lainya.” kata bibi. “oh ya udah kalau gitu. makasih ya bi” “iya non sama sama”.

Sella langsung menuju ruangan paling atas. dimana semua teman teman Sella sudah berkumpul. “maaf telat” ucap Sella. “ya udah gapapa” kata kal Yoga. Kak Yoga adalah pelatih mereka. Tetapi, mereka sudah menganggap Kak Yoga sebagai kakak mereka. “nah kebetulan semuanya sudah berkumpul, kakak mau ngasih satu berita penting pada kalian bahwa lomba dance tingkat kota akan diadakan 1 bulan lagi. Kakak harap kalian tidak menyia nyiakan momen ini. Karena, kita sudah berjuang dari nol sampai sekarang hanya untuk ini. Dan ini saatnya kalian kalian harus menunjukan bagaimana kalian menari dengan baik. Kita akan mulai latihan besok sore. Jadwal latihan kita tiap hari selasa, kamis, sabtu dan minggu. Untuk hari selasa, kamis, sabtu kita akan latihan di rumah August. Khusus hari minggu, kalian akan latihan di rumah kakak. Kakak harap kalian tidak ada acara di hari yang sudah kakak tetapkan. Ada yang perlu ditanyakan?” terang kak Yoga panjang lebar. Rio mengangkat tangan “latihannya jam berapa kak?” “oh iya kakak lupa. Hari selasa, kamis, sabtu kita latihan dari jam 15.00 sampai 17.00 khusus hari minggu, kita latihan pagi pagi pukul 08.00 sampai 10.00. ada yang kurang jelas?” “kalau lagunya sih kak?” Tanya Rein. “kalau urusan lagu kakak akan kasih tau kalian besok. Sudah mengerti? Oh ya satu lagi. Lombanya akan diadakan di kota Bandung. Jadi 4 hari sebelum kita akan berangkat kesana. Hanya itu yang ingin kakak sampaikan. Kalau begitu kalian boleh pulang.” Kata kak Yoga mengakhirinya.

Sella yang dari tadi mendengarkan kak Yoga berbicara jujur ia agak shock dengan semua ini. Tapi ia harus tetap berusaha semaksimal mungkin agar ia bisa membanggakan kota tempat tinggalnya. Sesampai di rumah, Sella langsung menuju ke arah kamar untuk mengerjakan PR matematikanya. Setelah selesai ia menuju balkon rumah untuk melihat bintang bintang yang ada di langit. “indahnya bintang itu. Andai kehidupanku seindah itu.” Ucap Sella dalam hati. “Sella!” Sella mendengar ada seseorang yang memanggil namanya. “Sel di bawah” Sella melihat ke bawah ternyata Rio yang ada di bawah. “ada apa?” Tanya Sella dari atas balkon. “bisa turun sebentar?” “bisa. Bentar ya” Sella langsung menuju keluar rumah untuk menemui Rio. “ada apa yo? Tumben malam malam ke rumahku.” Tanya Sella ke Rio. “ke taman yuk. Kita ngomong disana aja bisa kan?” Tanya Rio sambil berharap Sella akan meng iya kan ajakannya. “ok” jawab Sella.

Sesampai di taman, mereka mencari tempat duduk yang kosong. “ada apa ya yo?” “aku kepikiran lomba itu Sel” kata Rio. “sebenarnya aku juga iya. Tapi ya apa boleh buat siap gak siap kita harus siap.” Ujar Sella. “aku tau itu. Tapi, aku takut kaya’ dulu. Kita gagal dan gak bisa bahagiain kak Yoga.” “kita pasti bisa kok. Oleh sebab itu kak Yoga melatih kita lagi dari nol dan dia mengikuti kita lomba lagi. Buktinya kita bisa melaju sampai sejauh ini.” Sella meyakinkan Rio. Rio hanya terdiam. Rio sebenernya takut jika kejadian masa lalunya akan terulang lagi. Rio pun termenung. Sella yang dari tadi menatap Rio heran akhirnya ia pun berkata kepada Rio “udah la yo optimis aja” Sella pun tersenyum kepada Rio. Rio yang melihatnya membalas senyuman Sella. “ya udah deh Sel, aku pulang dulu ya bye” pamit Rio. “iya bye” balas Sella. “makasih ya” ucap Rio kepada Sella sambil tersenyum. “sama sama” balas Sella. Rio pun pulang dan Sella pun kembali ke rumahnya.

Keesokan harinya pagi pagi di sekolah, August memasuki kelas X IPA 2 dimana August satu kelas dengan Rein. “hei Rein” sapa August “hai juga gus” balas Rein tersenyum. “eh ntar sore jangan lupa ya. Katanya ka Yoga kita berempat wajib datang karena dia akan mengasih tau kita lagu yang akan di tampilkan dan juga dia akan langsung mengajari kita gerakannya. Ingat jangan lupa” kata august sambil mengacungkan telunjuk di sebelah kepala. “iya bawel” jawab Rein sambil mencubit pipi August. August terkejut karena ia tidak menyangka bahwa Rein mencubit pipinya. Rein yang melihat tingkah august hanya bisa tertawa.

Bel masuk pun berbunyi. Pelajaran pertama adalah pelajaran Bahasa Indonesia. Mereka berdua konsen memperhatikan pelajaran. Tiga jam pelajaran pun berlalu. Bel istirahat berbunyi. Rein yang mendengar bel istirahat langsung keluar kelas menuju ruang kelas X IPS 2. Sesampai di kelas tersebut, Rein langsung mencari orang yang ia cari. Matanya langsung tertuju kepada seorang perempuan yang sedang bercanda dengan seorang laki laki. Ya dia Sella dan Rio. “Sella!!” panggil Rein sambil berlari menuju tempat duduk Sella. “kebiasaan deh jerit jerit” kata Sella. Rio yang mendengar hanya tertawa. “Sella ke kantin yuk.. laper nih.” Ajak Rein. “lagi M Rin” “lah Sel ayo temenin aku lah” ucap Rein dengan nada yang memelas. “alah. Ya udah deh ayo” Sella pun mengalah. “eh Yo duluan ya” kata Sella “iya” balas Rio. Tangan Sella langsung ditarik oleh Rein.

Sesampai di kantin, Rein mengajak Sella untuk makan bakso “Rin aku engga ah.” “eh gapapa aku yang bayarin” kata Rein “ya udah deh mumpung dibayarin” kata Sella. Rein yang mendengar hanya tertawa. Setelah 10 menit mereka pun selesai makan. Selesai itu mereka langsung menuju ke dalam kelas masing masing. Sepulang sekolah Sella langsung pulang ke rumah dengan berjalan kaki. Tiba tiba saja ada suara klakson motor. Saat Sella melihat ternyata dia adalah August. “kok jalan Sel? Motor kamu mana?” “motorku di rumah. Tadi pagi aku diantar sama orang tua. Mereka bilangnya mau jemput eh tadi pas pelajaran mereka sms kalau gak bisa jemput yaudah aku pulangnya jalan.” “naik gih. Aku antar” ucap August “gak usah lah” kata Sella “eh gapapa.. kita kan searah” “ya udah deh” Sella langsung menaiki motor August dan langsung jalan. Sesampai di rumah, Sella langsung turun dari motor August “makasih ya” kata Sella kepada August “sama sama” balas August tersenyum. “eh jangan lupa nanti sore ya” lanjut August “siap bos” jawab Sella sambil hormat. August tersenyum atas perilaku Sella ia pun mengacak ngacak rambut Sella. “udah dulu ya bye. Sampai ketemu nanti sore” kata August sambil tersenyum. “iya” jawab Sella membalas senyuman August. August pun langsung berlalu pergi. Sella memperhatikan motor August yang berlalu sampai tikungan. Setelah itu Sella pun langsung masuk ke dalam rumah.

“eh non Sella udah pulang.” Sambut bibi di ruang tengah. “mamah papah mana bi?” Tanya Sella kepada bibi.” mereka belum pulang non. Katanya mereka mau lembur sampai malam.” Jawab bibi. “oh ya udah kalau gitu, makasih ya bi.” Kata Sella. “iya non. Oh ya non, non Sella mau bibi bikinin minum apa?” tawar bibi “es jeruk aja bi. Ntar tolong bawain ke kamar ya bi.” Kata Sella “iya non” jawab bibi. Bibi pun berlalu ke dapur dan Sella menaiki tangga menuju kamarnya. Di kamar, Sella menaruh hpnya di meja sebelah tempat tidur dan ia berganti pakaian. Dari luar bibi mengetok ngetok pintu kamar Sella. Sella pun membuka pintu kamarnya. “ini non minumannya” “makasih bi” “sama sama non.” Sella langsung menutup pintu kamarnya.

Sella langsung tiduran di tempat tidur untuk mengistirahatkan badannya yang lelah. Setelah cukup, ia langsung membuka laptopnya untuk iseng membuka jejaring sosial. Saking asyiknya tanpa ia sadar jam sudah menunjukan pukul 14.15 Sella langsung menutup laptopnya dan langsung mandi. Setelah siap ia langsung berangkat menuju rumah August. Sesampai di sana lagi lagi semuanya sudah berkumpul. Kak Yoga pun langsung menyuruh Sella duduk. “jadi? Apa kalian sudah siap?” Tanya kak Yoga. “sudah kak.” Kata anak anak. “okeh kita mulai latihannya” ucap Kak Yoga.

1 bulan berlalu. Audisi akan segera di mulai. Juri pun mulai membagi nomer urut mereka. Grup August, Rein, Rio dan Sella kebagian nomer urut 5. Cukup lega bagi mereka karena masih diberi kesempatan untuk menenangkan diri. Peserta pertama dan kedua telah selesai maju. Sekarang giliran peserta ke tiga. “Gus gimana nih penampilan mereka bagus bagus semua. Apa kita bisa lebih bagus dari mereka?” Tanya Rein kepada August. “PD aja Rin” kata August. “iya deh” ucap Rein lemas. Dan yang ditunggu tunggu nomer urut 5 pun dipanggil. Mereka bersiap siap untuk maju ke atas panggung. Dengan rasa percaya diri yang besar, mereka berhasil menutupi rasa gugup mereka. Mereka mulai memperlihatkan gerakan mereka. Dan ternyata juri terpukau dengan gaya mereka. Setelah selesai mereka pun langsung turun panggung. “untung udah selesai” kata Rio “aku tidak melakukan kesalahan kan?” lanjutnya “engga kok” jawab Sella tersenyum. “tapi apa kita berhasil?” Tanya Rein “positive thinking aja” kata August.

Setelah selesai semua. Juri pun sedang berdiskusi untuk menentukan siapa pemenangnya. 15 menit semua peserta menunggu dan akhirnya, hasil pun akan diumumkan. “semua peserta harap berkumpul ke atas panggung.” Perintah host tersebut. “okeh karena sudah berkumpul semua, saya akan mengumumkan hasil yang telah di tetapkan juri.” Semua peserta berdoa agar mendapatkan juara terutama grup August, Sella, Rein dan Rio. “juara 3 dimenangkan oleh nomer urut… 5” Rio, Sella, August, dan Rein pum bersyukur karena mereka telah menang. Ya walaupun juara 3. “selamat kepada nomer urut 5” “untuk juara 2 dimengkan oleh nomer urut… 1” kata host itu. “dan juara pertama. Juara yang kita tunggu tunggu. Juara pertama dimenangkan nomer urut… 7” Semua peseta yang memenangkan kompetisi mengucapkan terima kasih dan semua bersyukur. “untuk dewan juri dipersilahkan untuk memberikan piala, piagam dan uang tunai” juri pun menaiki panggung dan memberikan piala, piagam dan uang tunai kepada para pemenang. Setelah acara selesai, August, Sella, Rio dan Rein menemui Kak Yoga. “kak Yoga!! Kita menang!!” ucap Rein sambil tersenyum bahagia. “iya iya, kakak bangga sama kalian.” Kata kak Yoga tersenyum. “tapi kan kak. Kita tidak bisa lanjut tingkat nasional” kata Rio “kita kan masih bisa ikut tahun depan” jawab kak Yoga tersenyum. “oh ya atas keberhasilan ini, sekarang kakak bakal traktir makan kalian.” Lanjut kak Yoga. “asik.. ayo kak” kata Sella. “ayo” kata kak Yoga disusul semuanya.

Sumber klik Disini :

Karena Tak Sengaja

Posted: 07/02/2015 in Motivasi
Tag:

Pagi yang cerah dengan warna langit yang biru muda menandakan keceriaan di wajah setiap penduduk di Kota Surabaya di tengah keceriaan penduduk Kota hati Citra merasa bahwa hanya dirinya yang saat ini merasa sedih walaupun pada hari ini Citra akan menerima tanda kelulusan dari pendidikan SMAnya. Saat citra sudah mereimanya Citra masih binggung karena dia tak tahu harus melanjutkan pendidikan ke Universitas yang diketahuinya bahwa biaya yang di perlukan untuk masuk Universitas sangatlah mahal.
“Apa yang harus aku lakukan agar aku dapat melanjutkan pendidikan ke Universitas. Pasti Bunda Anya tak memiliki biaya untuk aku melanjutkan sekolah ke Universitas karna masih banyak adek – adek yang harus di biayai.” Kata Citra dalam hati.
“Apakah aku harus mencari pekerjaan? Siapa yang mau menerima anak yang hanya lulusan SMA seperti aku ini. Lalu aku harus bagaimana? Ya Tuhan tolong bantu aku.” Lanjutnya dalam hati.

Sesampainya di Yayasan Adinda tempatnya tinggal Mia langsung menemui Bunda Anya untuk membicarakan kelanjutan pendidikannya ke Universitas Kedokteran seperti yang ia cita – citakan dari dulu. Saat Citra mencari keberadaaan Bunda Anya, Citra masih ragu apakah akan mebicarakan hal ini pada Bunda atau tidak.
“Kamu sudah pulang, Nak.” Sambut Bunda Anya
“Iya Bunda. Bunda apakah aku bisa melanjutkan pendidikan ku ke Universitas, Bun.” Tanya Citra.
“Maafkan Bunda, Nak. Bunda tak bisa membiayai pendidikanmu ke Universitas. Maafkan Bunda sayang.” Ucap Bunda dengan perasaan sedih.
“Tak apa – apa bunda. Aku tau keperluan Bunda sangatlah banyak. Bunda harus membiayai semua keperluan adik – adik. Aku bisa menerimanya. Aku hanya berharap semoga ada program beasiswa yang bisa aku ikuti. Doakan aku Bunda.” Kata Citra.
“Bunda selalu mendoakan yang terbaik untukmu sayang. Semoga Tuhan mendengar doa mu anak baik.” Doa Bunda.
“Makasih Bunda. Aku ingin mencari pekerjaan dulu saja untuk mengisi waktu luang dan semoga ada yang mau menerima ku menjadi karyawannya.” Ujar Citra.
“Iya, Nak. Bunda tinggal ke dapur dulu, ya. Bunda mau masak untuk adik – adikmu kamu mau bantu Bunda.” Ajak Bunda.
“Mau sekali Bunda.” Ucap Citra dengan semangat.

Tak terasa satu jam pun berlalu saat – saat keceriaan antara Bunda Anya dengan Citra di dapur. Mereka berdua sangatlah dekat walaupun Citra bukanlah darah daging Bunda Anya akan tetapi kedekatan mereka seperti anak dan ibu kandungnya sendiri. Jam pun menunjukkan pukul 12.30 waktunya makan siang. Citra bergegas membangunkan adik – adiknya yang sedang tidur siang untuk makan siang di ruang makan.
“Adek – adek ayo masuk. Sudah waktunya makan siang jangan main mulu. Nanti kehabisan loh.” Kata Citra untuk mengajak adik – adiknya makan.
“Bunda masak apa, Kak Cit?” Tanya Andi salah satu adik Citra di Yayasan
“Yang jelas masakannya Bunda yang selalu enak setiap harinya.” Jawab Citra
“Oke, Kak Cit. Aku segera bangun.” Ujar Andi

Tak lama kemudian adik – adik sudah berkumpul di ruang makan untuk menyantap makan siang mereka. Mereka semua tak sabar untuk mencicipi masakan Bunda Anya yang selalu enak setiap harinya. Walaupun mereka semua hidup dengan serba kekurangan mereka tetap menerima semua rezeki dari Tuhan yang Maha Esa.
“Oke Citra. Sekarang kamu yang memimpin adik – adikmu membaca doa sebelum makan, ya” Ucap Bunda Anya.
“Iya, Bunda. Oke adik – adik sebelum kita makan marilah kita berdoa atas nikmat yang Tuhan berikan kepada kita. Berdoa mulai.” Ucap Citra memimpin doa.
“Selesai” Lanjut Citra
“Ayo sekarang kita serbu makanan masakan Bunda.” Ujar Arya
“Eh, tunggu dulu dong. Antri” Kata Karin
“Iya – iya aku antri” Jawab Arya dengan wajah lesu
“Nah gitu dong, dek Ar. Ngalah sama yang lebih kecil dari kamu.” Ejek Citra pada Arya
“Ah, kak Citra selalu begitu.” Ujar Arya
“Maaf – maaf kakak hanya bercanda. Senyum dong adik ganteng.” Rayu Citra pada Arya.
“Nih… udah senyum ganteng banget kan aku, kak” Kata Arya pede
“Iya, dek Ar. Kamu kelihatan ganteng” Rayu Citra lagi
“Sudah – sudah cepat makan jangan kebanyakan ngobrol. Gak baik makan sambil ngobrol.” Peringatan Bunda pada Arya dan Citra.

Setelah selesai makan siang Citra mengajak adik – adiknya untuk tidur siang agar waktu malam ahri mereka semua bisa belajar dengan enak dan nyaman karena sudah tidak merasa lelah lagi.
“Ayo adik – adik sekarang kalian tidur siang, ya. Biar nanti belajarnya bisa nyaman karna udah gak ngantuk lagi. Nanti sore kakak banguni kalian lagi. Udah cepat tidur, ya adik – adikku yang manis. Kakak sayang kalian” Kata Citra mengajak tidur
“Iya kak Citra. Kami juga sayang sama kak Citra. Selamat tidur.” Ucap serempak adik – adik di Yayasan.

Tak terasa jam pun sudah menunjukkan pukul 02.45. Citra pun bergegas bangun dari tempat tidurnyadan segera mandi. Setelah selesai mandi Citra membangunkan adik – adik yang sedang tidur pulas di ranjangnya masing – masing. Tanpa di sadari Citra ternyata adik – adik sudah bangun dan langsung mandi sore.
“Kalian pintar sekali. Bisa bangun sendiri” Kata kak Citra menyenangkan hati.
“Iya dong, Kak. Masak kita kerjaannya dibangunin terus. Kapan kita mandirinya dong.” Kata salah satu adik Citre
“Iya – ya. Kalian kan sudah mau beranjak menjadi anak yang lebih dewasa lagi. Kalo gitu kak tinggal dulu, ya. Kak ada urusan.” Jawab Citra.
“Iya, Kak. Hati – hati di jalan.” Ucap Karin
“Iya, dek Kar.” Jawab Citra

Beberapa jam kemudian.
Citra tak menyadari bahwa ternyata sekarang sudah menjelang matahari terbenam. Citra pun bergegas untuk pulang ke yayasan tempatnya tinggal, karna Bunda Anya pasti sudah menunggunya. Tanpa melihat kanan kiri Citra langsung saja menyebrangi zebra cross, dan pada waktu itu tanpa diketahui Citra ternyata ada sebuah mobil mewah yang melaju kencang. Pada akhirnya Citra tak bisa menghindar. Citra pun terjatuh lemas tak berdaya di zebra cross.
“Ya ampun. Apa yang aku lakukan. Aku menabrak orang yang tak bersalah. Apa yang harus aku lakukan. Jika aku tak bertanggung jawab dan meninggalkannya di sini dia akan meninggal. Tapi kalau aku turun aku akan masuk penjara. Ya ampun, bagaimana ini.” Kegelisahan hati Pak Anton.
“Bapak harus turun untuk membawanya kerumah sakit sebelum terlambat. Cepat lah, Pak kasihan anak yang tak berdosa ini.” Ucap seorang Tukang becak di sebarang jalan.
“Baiklah, Pak. Tolong saya mengangkat anak ini masuk ke mobil saya.” Ucapan meminta tolong Pak Anton pada tukang becak.

Lima belas menit kemudian.
Pak Anton sampai di sebuah rumah sakit yang cukup mewah dan terkenal mahal di Kota Surabaya. Sesampainya di rumah sakit Pak Anton bergegas memanggil suster untuk membantu menolong Citra.
“Sus, tolong saya. Ada yang sedang sekarat di mobil saya. Tolong cepat, Sus” Ucap Pak Anton.
“Baiklah, Pak”

Lima menit kemudian. Citra baru mendapatkan perawatan intensif di ruang ICCU di salah satu rumah sakit mahal di Surabaya. Tampak rasa gelisah yang terlihat pada raut wajah Pak Anton. Rasa gelisah itu bercampur dengan rasa takut jika Citra tak dapat tertolong.
Sepuluh menit kemudian dokter dan suster keluar dari ruang ICCU dan memberitahukan kabar kalau Citra dapat melewati masa kritisnya.

Ke esokan harinya Citra sudah sadar dari tidurnya. Citra bertanya – Tanya dia sedang berada dimana dan kenapa dia bisa berada di tempat itu. Ternyata ada seorang Bapak yang sedang menungguinya sampai Bapak itu tertidur di sofa. Tak lama kemudian Bapak itu pun bangun dari tidur dan melihat bahwa Citra sudah bangun dan dia sudah membaik.
“Kamu sudah bangun. Maafkan saya, Nak. Saya tak sengaja menabrak kamu hingga kamu seperti ini dan harus di rawat di rumah sakit selama satu minggu.” Permohonan maaf Pak Anton pada Citra.
“Tak apa, Pak mungkin ini semua sudah menjadi takdir saya. Lagian saya juga kurang berhati – hati saat menyebrang.”
“Makasih, Nak kamu sudah mau memaafkan Bapak. Perkenalkan nama bapak adalah Pak Anton. Nama kamu siapa, Nak?” Tanya Pak Anton
“Nama saya Citra, Pak.” Jawab Citra
“Kamu tinggal dimana, Nak?” Tanya Pak Anton lagi
“Saya tinggal di yayasan ADINDA.” Jawab Citra lagi
“Berarti kamu adalah seorang anak yatim?” Ucap Pak Anton.
“Iya, Pak.” Kata Citra
“Kalau begitu kamu mau saya angkat menjadi anak angkat saya. Kebetulan saya sudah menikah bertahun – tahun akan tetapi saya belum di karuniai anak. Apakah kamu mau menjadi anak angkat saya. Saya akan membiayai semua kebutuhanmu, Nak.” Ujar Pak Anton.
“Bapak mau menggangkat saya menjadi anak angkat dan bapak juga mau mebiayai semua kebutuhan saya.” Ucap Citra.
“Iya, Nak. Bapak akan membiayai semua keperluan kamu entah itu pendidikan dan lain – lain. Kamu mau?” Kata Pak Anton
“Kalau bapak mau membiayai pendidikan saya ke Universitas saya benar – benar mau, Pak karna saya bercita – cita menjadi dokter akan tetapi Bunda tak mempunyai cukup biaya untuk mebiayai saya meneruskan pendidikan ke Universitas.” Kata Citra.
“Kalau begitu saya akan segera menggurus surat – suratnya, Nak.” Ucap Pak Anton

Lima tahun kemudian.
Setelah empat tahun Citra meneruskan pendidikannya ke Universitas kedokteran di salah satu Fakultas Kedokteran di Surabaya akhirnya Citra menjadi seorang dokter yang terkenal di salah satu Rumah Sakit ternama di Surabaya. Semua itu berkat Pak Anton yang sekarang menjadi Orang tua angkatnya, karna Pak Anton mau membiayai semua keperluan Citra sampai Citra menjadi dokter ternama. Sungguh mulia hati Pak Anton mau membiayai dan menggangkat Citra sebagai anaknya.

 

Sumber klik Disini :

Man Jadda Wa Jada

Posted: 06/28/2015 in Motivasi
Tag:
Anggi itulah nama panggilannya,dia adalah anak dari orang tua yang kehidupannya serba ada,ayahnya seorang dosen dan ibunya seorang ibu rumah tangga.
Anggi dapat dikatakan sebagai anak pintar,karena ketika Taman Kanak-Kanak hingga Sekolah Menengah Pertama,dia selalu menjadi juara kelas,orangtuanya sangat mementingkan pendidikan maka dari itu anggi sering mengikuti les tambahan diluar sekolah.
Anggi telah lulus sekolah menengah pertama,dia berencana melanjutkan studinya di sekolah yang terletak di pusat kota,tetapi ayahnya melarang karena pergaulan masa kini yang makin urak-urakan.Kali ini dia di sekolahkan di daerah terpencil ,tetapi sangat kental ilmu agama nya.
Anggi tak suka dengan sekolah itu,karena di sekolah itu tidak menggunakan buku paket sebagai penunjang belajar dan hanya menggunakan lks sebagai bahan pembelajaran,maklum saja sekolah anggi kali ini kebanyakan murid yang orang tuanya berpenghasilan menengah ke bawah.Di sekolah itu anggi menjadi anak pemalas,tak pernah mengerjakan pr,peringkat 10 besar di kelas pun tak ia dapatkan, anggi menjadi anak yang brutal sering pacaran dan membuka jilbab demi seorang pria.anggi memang bukan gadis yang cantik,dia wanita biasa-biasa saja.
Pernah suatu ketika anggi berpacaran dengan seorang pria bernama rendi,dia adalah kakak kelas anggi sekaligus mantan pacar sri.sri sebagai kaka kelas tidak terima apabila pria yang masih dia sukai direbut oleh wanita lain,sri pun berusaha menjatuhkan anggi,segala cara telah ia lakukan untuk membuat anggi sakit hati,menghina dan mempermalukan anggi didepan teman-temannya sering ia lakukan.anggi sangat sedih,dia pun memutuskan untuk tidak berhubungan lagi dengan rendi.
Menginjak ke kelas 2 SMA anggi tetap saja tidak berubah,dia tetap berganti-ganti pacar,prestasinya pun belum terlihat,lalu orang tuanya mendaftarkan anggi bimbel lagi,sedikit demi sedikit anggi mulai menunjukan prestasinya di kelas,tetapi anggi tetap saja belum berubah dia masih sering berpacaran,kali ini dia berpacaran dengan adik kelasnya bernama tofan,lagi -lagi anggi dicaci maki,kali ini dia dicaci maki oleh mantannya tofan bernama tuti.Anggi dihina,difitnah dan tak ada satu pun teman-temannya yang membela dia,dari kejadian itu dia berpikir untuk tidak menjalin hubungan dengan pria,karena pria selalu membawa bencana bagi dirinya.
Hikmah dari kejadian itu anggi mulai focus terhadap tugas sekolah dan anggi mulai menonjol dikelas ,satu persatu guru mulai mengenalnya.Dia mulai bersemangat belajar .Perjuangannya tidak sia-sia dia mendapat peringkat 4 di kelas dan teman baiknya bernama lia mendapat peringkat pertama.
Anggi dan lia selalu bersama,lia sangat baik kepada anggi.Lia juga sangat kagum dengan ayah anggi yang telah menjadi magister,sedangkan ayah lia hanya seorang buruh pabrik.
Persahabatan mereka berubah menjadi permusuhan ketika anggi mendapat peringkat pertama di kelas,perlahan-lahan lia menjauhi anggi,bahkan sering meremehkan anggi di depan kelas,lebih parahnya lagi anggi selalu dihina olehnya dan pendapat anggi selalu di sanggah dengan kritikan tajam.
Anggi bingung apa yang harus ia lakukan,sudah berkali-kali dia menangis di hadapan orangtuanya karena kejadian ini,tetapi orang tuanya hanya bisa memotivasi anggi untuk lebih maju.Orang tuanya sering berkata bahwa itu adalah cobaan agar anggi memiliki mental yang kuat dan sabar menghadapi ujian dari allah
Anggi sering sekali membeli barang-barang baru,bahkan dia memiliki apa yang tidak dimiliki teman-temannya.Hal ini membuat teman-temannya semakin iri kepada anggi.Disetiap acara yang diadakan sekolah anggi tidak pernah diikut sertakan. dia selalu di tempatkan di posisi rendah apabila ada acara-acara kelas,padahal di kelas lain orang pintar selalu di jadikan pemimpin beda halnya dengan anggi.
Walaupun begitu anggi tetap sabar menghadapi itu semua ,yang bisa dia lakukan hanya mengadu kepada orang tuannya dan allah swt atas ketidakadilan ini,karena geram orang tuanya pun ingin melaporkan hal ini kepada kepala sekolah,tetapi anggi melarangnnya karena dia takut masalah ini akan menjadi semakin rumit .
Menjelang ujian nasional,pihak sekolah sering mengadakan try out ujian nasional,anggi selalu lulus bahkan dia satu-satunya murid yang lulus try out di jurusannya,ia juga selalu lolos tes yang diadakan pihak universitas swasta dan ia berhasil meraih beasiswa kuliah,tetapi dia tidak mengambilnya,karena dia menginginkan kuliah di universitas negeri idamannya.
Teman-temannya tidak ada satupun yang baik terhadapnya,entah salah anggi apa sehingga teman-temannya menjauhi dan meremehkannya.
Situasi seperti ini membuat anggi berkeinginan untuk lebih maju,dia lelah selalu diremehkan.dia juga ingin memiliki banyak teman,yang iya lakukan hanya belajar,dengan tekun ia belajar untuk mengahadapi ujian nasional,karena salah satu dari sepuluh keinginan yang telah tertulis di diary-nya adalah lulus ujian nasional dengan nilai terbaik di jurusannya,dia ingin sekali melihat orang tuanya bahagia atas perjuangannya.
Entah apa salah anggi sehingga takdir berkata lain,ketika pelepasan sekolah anggi bukan menjadi siswa terbaik,ada orang lain yang menjadi siswa terbaik padahal dari segi akademis,lebih bagus nilai anggi,ketika pelepasan sekolah anggi adalah orang yang paling sedih diantara teman-temannya yang bahagia karena kelulusannya.anggi pulang dengan perasaan kecewa,sementara teman-temannya masih berada di sekolah untuk berfoto-foto dengan guru yang mereka cintai.terlihat wajah mereka berseri-seri mencerminkan kebahagian ,lain halnya dengan anggi yang menangis seharian di kamar dan hampir putus asa.orang tuanya ikut menangis melihat anggi seperti itu,lalu ibunya berkata ,“semoga dibalik semua ini ada hikmah yang begitu indah yaitu bisa diterima di universitas yang kamu inginkan nak.” mendengar ucapan itu hati anggi sedikit terobati,lalu orang tuanya memotivasi anggi supaya rajin belajar.Anggi tak mau jatuh untuk kedua kalinya,Dia belajar sungguh-sungguh di tempat bimbelnya dan dia ikuti saran-saran yang diberikan oleh kaka pengajar bimbel tersebut..Kaka pengajar bimbel tersebut selalu memberi motivasi kepada anak didiknya.
“Untuk diterima Snmptn tulis tidaklah mudah,harus rajin belajar,sodakoh dan berdoa tak henti-hentinya kepada allah”. salah satu motivasinya.
Semua saran yang diberikan kakak pengajarnya itu ia lakukan.Anggi sangat raji,belajar sedikit demi sedikit dia bisa melupakan kesedihannya,tak ada satupun teman yang tahu apa yang dia rasakan setelah pelepasan sekolah itu,hanya orang tuanya lah sahabat terbaik yang dia miliki.usaha anggi tidak sia-sia,dia satu-satunya siswa di sekolahnya yang diterima di universitas negeri favorit,hal ini membuat teman,guru dan kepala sekolah terkejut.Ada yang senang dan ada yang acuh tak acuh dengan kemenangan anggi.Akhirnya salah satu impian anggi yang tertulis di diary-nya dapat terwujud.

Kerinduan Terdalam

Posted: 06/28/2015 in Motivasi
Tag:

Ini adalah kisah nyata dalam hidup ku, kisah seorang cowok yg mencintai cewek dengan tulus hingga akhirnya si cewek pergi dan meninggalkan kerinduan yg teramat dalam untuk si cowok.

Semua ini berawal saat aku SMP, MTsN Raba KOBI adalah pilihanku. Saat itu sedang di adakan MOS saat itulah aku bertemu dengan Rahma, parasnya tidak begitu cantik tetapi dapat meluluhkan hatiQ. Ia tinggal di Penato’i, dia merupakan sepupu dari salah satu tmanku Udin.

MOS ( Masa Orientasi Siswa ) telah usai, kini aku resmi menjadi Murid di MTsN Raba, aku masuk kelas VII2 . Tak-ku sangka ternyata Rahma bersebelahan kelas dengan ku, ia masuk kelas VII1 saat itu aku senang sekali. Di kelas VII2, aku mempunyai seorang sahabat, namanya Ahmad kebetulan Ahmad suka sama Nurul ( Sahabatnya Rahma ) akhirnya Ahmad meminta bantuan ku untuk menjodohkannya dengan Nurul, beberapa minggu kemudian usaha-ku pun berhasil Ahmad dan Nurul sekarang berpacaran aku turut senang akan hal itu, sekarang aku menjadi temen curhatnya Nurul, setiap hari ia menceritakan isi hatinya padaku,tentang pacarnya, keluarganya, temen sekolahnya dll. Hingga suatu malam Nurul mengirim SMS kepada-ku saat ku baca aku kaget dan bahagia, ternyata Rahma juga menyimpan perasaan pada-ku, hati-ku berbunga-bunga membaca SMS tersebut, lalu Nurul bertanya pada
Nurul : “ Arman mau gk Nurul comblangin ma Rahma .? ”
Arman : “ gk mau eee. “
Nurul : “ npa..?? “
Arman : “ takut di marahin Mama ( dalam hati-ku berkata, bukanya gk mau tapi udah punya pacar sihh, jadi alasanya itu aja hahahah ) “
Nurul : “ ohhh gtu, yawdah ntar Nurul Sampein ke Rahma”

Percakapan kami pun berakhir pada malam itu.
Saat itu hari Kamis, aku dan Ahmad sedang bermain kejar-kejaran. HP q pun jatuh, aku tidak merasakannya keluar dan terjatuh dari kantung celana ku. Tiba-tiba seseorang memanggilku dengan suara yg lembut, “Armann…” aku menoleh ke belakang, ternyata itu Rahma, saat itu aku jadi salting karena saat itulah pertama kalinya kami berpapasan dan berbicara. Tiba-tiba dia memberikan HP ku yg jatuh tadi, dengan sebuah senyum yang teruntai indah di wajahnya . kuambil HP tersebut dan berlalu tanpa berkata apa-apa sambil membalas senyumnya itu. Aku lalu berlari ke dalam kelas karena malu melihatnya tadi.

Saat itu mendekati akhir semester genap, aku mendengar kabar bahwa Rahma akan pindahke Lombok, hati ku bagai di sayat belati mendengar kabar tersebut. 1 minggu sebelum kepergian Rahma ke Lombok sepulang dari sekolah( saat itu sedang ulangan jadi cpet pulangnya), Rahma, Nurul, Dian dan Udin ( sepupunya Rahma ) datang ke rumah ku, hari itu adalah hari yang menyenagkan bagi ku, Rahma si cewek yg aku sukai sekarang ada di rumah-ku, (^_^) kami makan-makan dan bercanda, kemudian saat jam 12 lewat, mereka pulang ke rumahnya masing-masing. Hingga akhirnnya hari itu datang, Rahma berangkat ke Lombok tak kusangka kemarin ia baru saja ke rumahku, sekarang ia harus pergi meninggalkan ku, (T_T). tak banyak kenangan yg tercipta sebelum ia meninggalkan ku.

Beberapa bulan kemudian setelah kepergian Rahma. tepatnya saat awal semester ganjil, saat itu aku saha naik kelas dan masuk di kelas VIII2. hubungan cinta Ahmad dan Nurul akhirnya berakhir. Beberapa minggu kemudian aku mengetahui bahwa Nurul menyimpan perasaanya pada ku, tanpa basa-basi aku mengatakanj aku mencintainya. Kami merajut cinta yang tidak pernah ku duga sebelumnya, dari teman curhat menjadi pasangan kekasih. Berbulan-bulan kemudian, tak ada kabar dari Rahma hingga suatu sore aku bertanya kepada Nurul lewat SMS.
Arman : “ Nurul, ada kabar dari rahma gk.? “
Nurul : “ ada, ni Nurul lgi SMSan ma Rahma, dia baru aja SMS “
Arman : “ kirimin donk number Hpnya “
Nurul :” ni numbernya 085 *** *** ***”

dalam hati ku berkata, kayaknya Nurul cemburu deh . < ( sambil ketawa, hahahah )
Arman :” makasih ya.. “
Nurul : “ hmmm.”

percakapan kami pun usai, aku lalu mengirim SMS ke numbernya Rahma.
Arman : “ ne Rahma ya,??”
Rahma :” ia, spa ni.? “
Arman :” Arman nii,”
Rahma :” ohh,, gmna kabar Man.?”
Arman :” baik2 ja, kmu.?”
Rahma :” ohh, sya juga baikk ni.” DLL, ( Capek nulis semuanya heehhehe)

tak teraasa kami sudah SMSan sampai jam 10 malam, SMS dari Rahma tersebut sedikit mengobati kerinduan ku kepadanya.!

Seminggu setelah malam dimana kami melepas kerinduan dengan SMSan, Rahma kembali hilang dan tak ada kabar darinya, nomer HPnya yg dulu telah ia ganti. Aku kembali merasakan kepedihan akan kerinduan terhadapnya. Hingga saat ini aku masih merinduka kehadirannya, aku sangat sangat merindukan dirinya, kini aku telah belajar dari kisah ku tersebut.
“Aku tidak boleh menyia”kan orang yg mencintaiQ,”

Setiap malam aku berdo’a kepada Allah, “ Ya Allah, jika memang dia jodohku maka perkenankan lah aku bertemu dengannya( Rahma ) dan satukanlah kami, dan jika memang bukan jodohku maka perkenankan-lah aku melihatnya lagi dan perkenankan aku untuk mengatakan 2 hal kepadanya bahwa aku mencintainya dan aku sangat sangat merindukannya.”

Sumber Klik Disini :